Setiap tahun, seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selalu menjadi momen penting bagi ribuan pelamar yang ingin mengabdi sebagai aparatur negara. Namun, tidak semua formasi yang dibuka dalam pengadaan CPNS memiliki tingkat persaingan yang sama. Ada sejumlah formasi yang cenderung sepi peminat, sehingga peluang untuk lolos bisa lebih besar jika pelamar mampu memilih dan memanfaatkan strategi yang tepat.
Untuk tahun 2026, informasi resmi terkait formasi CPNS memang belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah. Oleh karena itu, pelamar disarankan untuk selalu menunggu pengumuman resmi dari portal SSCASN BKN dan menggunakan pola tahun sebelumnya sebagai gambaran awal. Artikel ini akan membahas bagaimana mengenali formasi CPNS 2026 yang sepi peminat dan memberikan strategi agar peluang lolos lebih besar tanpa salah langkah.
Fenomena formasi sepi peminat bukan hal baru dalam seleksi CPNS. Beberapa jenis jabatan atau instansi tertentu memang memiliki tingkat peminat yang lebih rendah, biasanya karena faktor lokasi penempatan yang jauh, jenis pekerjaan yang dianggap kurang menarik, atau syarat khusus yang lebih ketat. Misalnya, formasi tenaga kesehatan di daerah terpencil atau jabatan teknis tertentu yang membutuhkan keahlian khusus.
Memahami karakteristik formasi yang sepi peminat sangat penting agar pelamar dapat mempertimbangkan peluang dan risiko. Formasi seperti ini biasanya memiliki tingkat persaingan yang lebih rendah, sehingga peluang untuk lolos seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB) lebih besar dibandingkan formasi yang sangat diminati.
Salah satu cara paling efektif untuk mengetahui formasi mana yang sepi peminat adalah dengan memantau data peminat dan formasi yang tersedia di portal resmi SSCASN BKN setelah pengumuman resmi dibuka. Pada tahun sebelumnya, SSCASN menyediakan fitur untuk melihat jumlah pendaftar per formasi yang dapat menjadi indikator tingkat persaingan.
Berikut adalah langkah umum untuk memantau formasi CPNS yang sepi peminat:
Namun, perlu diingat bahwa data ini baru akan tersedia saat pendaftaran resmi dibuka dan pelamar sudah mulai mendaftar. Oleh karena itu, untuk saat ini, pelamar dapat menggunakan data formasi tahun sebelumnya sebagai referensi awal.
| Instansi | Jabatan | Kuota Formasi | Jumlah Pendaftar | Rasio Pendaftar per Kuota | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| Kementerian Desa | Tenaga Pendamping Desa | 50 | 200 | 4:1 | Relatif sepi dibandingkan formasi umum |
| Kementerian Agama | Pengawas Zakat | 10 | 30 | 3:1 | Peminat terbatas, syarat khusus |
| Kementerian Kesehatan | Dokter Puskesmas Daerah Terpencil | 20 | 80 | 4:1 | Lokasi penempatan sulit |
| Kementerian Pendidikan | Guru Bahasa Daerah | 15 | 45 | 3:1 | Kurang diminati di wilayah tertentu |
Data di atas merupakan contoh ilustrasi berdasarkan pola tahun sebelumnya dan bukan data resmi CPNS 2026.
Memilih formasi yang sepi peminat memang dapat meningkatkan peluang lolos, tetapi pelamar juga harus mempertimbangkan beberapa faktor penting agar tidak salah strategi:
Pastikan formasi yang dipilih sesuai dengan latar belakang pendidikan dan keahlian pelamar. Memilih formasi hanya karena sepi peminat tanpa kecocokan kualifikasi bisa berisiko gagal pada tahap seleksi kompetensi bidang.
SKD merupakan tahap wajib yang meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Pelajari dengan seksama materi yang diujikan berdasarkan KepmenPANRB Nomor 321 Tahun 2024 sebagai panduan belajar resmi[1]. Durasi ujian SKD adalah 100 menit, sehingga latihan simulasi CAT sangat dianjurkan.
Meskipun formasi CPNS 2026 belum diumumkan, pola tahun-tahun sebelumnya dapat menjadi gambaran. Formasi di daerah terpencil, jabatan teknis khusus, atau instansi yang kurang populer biasanya memiliki peminat lebih sedikit.
Selalu gunakan portal resmi SSCASN untuk pendaftaran dan pemantauan formasi[2][3]. Lakukan latihan try out SKD di portal CAT BKN untuk membiasakan diri dengan sistem ujian resmi yang transparan dan akuntabel[4].
Pastikan dokumen yang diunggah sudah lengkap dan sesuai persyaratan. Jika memerlukan meterai elektronik untuk dokumen tertentu, gunakan kanal resmi agar proses pengunggahan tidak terganggu[5][6].
Sebelum memilih formasi, pelamar harus memahami alur seleksi CPNS yang terdiri dari pendaftaran akun SSCASN, pemilihan formasi, seleksi administrasi, pelaksanaan SKD dan SKB, hingga pengumuman hasil kelulusan[3]. Jadwal resmi pengadaan CPNS 2026 belum diumumkan, sehingga pelamar disarankan untuk rutin memantau pengumuman resmi di portal SSCASN BKN agar tidak ketinggalan informasi penting.
Formasi CPNS 2026 yang sepi peminat dapat menjadi peluang emas bagi pelamar yang ingin meningkatkan peluang lolos seleksi. Namun, pemilihan formasi harus dilakukan dengan strategi yang tepat, memperhatikan kesesuaian kualifikasi, materi seleksi, dan pemantauan data resmi. Karena jadwal dan formasi CPNS 2026 belum diumumkan secara resmi, pelamar harus bersabar dan menggunakan pola tahun sebelumnya sebagai referensi sementara.
Persiapan matang, pemahaman alur seleksi, serta latihan simulasi SKD di portal resmi CAT BKN sangat dianjurkan agar kesiapan menghadapi seleksi semakin optimal. Jangan lupa untuk selalu mengikuti pengumuman resmi dari SSCASN BKN agar informasi yang didapatkan valid dan terpercaya.
Untuk memperdalam pembahasan, baca juga artikel terkait berikut ini:
Untuk informasi lebih lengkap dan tips persiapan, Anda dapat membaca artikel berikut:
[1] KepmenPANRB Nomor 321 Tahun 2024 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan PNS Tahun Anggaran 2024: https://drive.google.com/file/d/17J2w6gr8mGugzmMV0RApqe8vZLSO2zjQ/view
[2] Buku Petunjuk SSCASN BKN: https://sscasn.bkn.go.id/bukupetunjuk
[3] Alur Seleksi SSCASN BKN: https://sscasn.bkn.go.id/alur
[4] Portal CAT BKN: https://cat.bkn.go.id/
[5] Meterai Elektronik Resmi: https://www.meterai-elektronik.com/
[6] Siaran Pers PERURI tentang e-Meterai: https://www.peruri.co.id/press-release/layanan-e-meterai-pada-website-meterai-elektronikcom-sudah-dapat-diakses-kembali